Korut Tak Tertarik Perundingan 6 Pihak
Ditulis oleh opay51 di/pada 16 Juli 2009
Korea Utara (Korut) menyatakan tidak akan kembali mengikuti pembicaraan enam pihak (six-party talk) mengenai penghentian program nuklir. Pembicaraan ini telah tertunda sejak April lalu.
“Kami tidak bisa mengikuti dialog itu karena tidak ada yang menghormati persamaan hak dan kedaulatan Korut,” ujar pelaksana tugas kepala negara Korut, Kim Yong-nam dalam konferensi Gerakan Non Blok di Sharm El-Sheikh, Mesir, Rabu (15 Juli 2009, seperti dikutip laman stasiun televisi al-Jazeera.
Korut menarik diri dari pembicaraan enam pihak sebagai reaksi atas sanksi yang dijatuhkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atas peluncuran roket jarak jauh Korut. Situasi di Semenanjung Korea terus memanas sejak awal tahun ini.
Pada April, Korut meluncurkan roket yang diakui membawa satelit. Namun sejumlah pihak menilai peluncuran satelit hanya samaran untuk peluncuran roket jarak jauh.
Korut semakin mengancam AS, Jepang, dan tetangganya Korea Selatan (Korsel) dengan menguji nuklir bawah tanah dan meluncurkan enam roket jarak dekat, akhir Mei lalu. Aksi ini melanggar Resolusi PBB 1718 tahun 2006.
Lima anggota DK PBB mengajukan rancangan resolusi baru pada Rabu 10 Juni. China, Prancis, Rusia, Inggris Raya, dan AS menyepakati rancangan tersebut bersama Jepang dan Korsel.
Rancangan resolusi itu kembali menegaskan bahwa pengembangan senjata nuklir, kimia, dan biologis, serta penggunaannya merupakan ancaman keamanan dan perdamaian internasional. Resolusi baru ini menitahkan negara-negara memberlakukan tindakan tegas terhadap negara-negara yang melakukan perdagangan atau transfer senjata, baik langsung maupun tidak dengan Korsel.
Dewan Keamanan PBB juga melarang ekspor atau impor senjata dari dan ke Korut. Negara anggota PBB diizinkan memeriksa kargo mencurigakan menuju atau keluar Korut.
Forum pertemuan enam pihak adalah perundingan yang melibatkan China, Korut, Korea Selatan, AS, Jepang, dan Rusia yang dimulai pada tahun 2003.
Perundingan yang disponsori China itu bertujuan menyelesaikan ketegangan di Semenanjung Korea menyusul kepemilikan teknologi senjata nuklir Korut. Dalam dua tahun terakhir, pertemuan itu berjalan mandek karena diboikot oleh Korut.
Source : VIVAnews





