NOORIMANSYAH CENTER

Berita, teknologi, komputer dan ilmu pengetahuan

Saksi Mata Ledakan Marriott dan Ritz Carlton : Saya melihat satu mayat sudah sedemikian rusak. Kalau bukan pelaku, dia dekat dengan bom

Ditulis oleh opay51 di/pada 17 Juli 2009

Saksi Mata : Jangan-jangan Ini Bom Bunuh Diri


Shock dan tidak percaya. Itulah kesan yang muncul dari Greg Woolstencroft saat menyaksikan secara langsung ledakan dahsyat kompleks hotel JW Marriott dan Ritz Hotel di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat pagi 17 Juli 2009.

Ekspatriat yang bekerja sebagai Chief Technology Officer VIVA Media Group itu kebetulan tinggal di apartemen Oakwood, yang terletak berseberangan dengan JW Marriott dan Ritz Carlton.

Dia yakin, bahwa ini adalah serangan bom bunuh diri dengan melihat dahsyatnya ledakan bom. “Saya pun menduga jangan-jangan ini adalah serangan bom bunuh diri. Saya melihat satu mayat sudah sedemikian rusak. Kalau bukan pelaku bom, mayat itu tampaknya sangat dekat dengan bom,” kata Woolstencroft saat dihubungi VIVAnews.

Saat ini dia sibuk mendokumentasikan dan mengirim sejumlah foto lokasi ledakan. Woolstencroft pun diwawancara sejumlah media asing lantaran dia termasuk saksi kunci yang bisa memberikan keterangan yang rinci atas insiden itu.

Dua korban ledakan lain di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott adalah warga Amerika Serikat dan Kanada. Keduanya awalnya dirawat di RS Jakarta. Namun korban dari Kanada dirujuk ke RSPP.

“Kami dari RS Jakarta hingga pukul 10.00 WIB sudah menerima 11 orang korban ledakan, dua orang warga asing dari Kanada dan AS. Satu warga Kanada dirujuk ke RSPP karena luka bakar untuk ditangani secara intensif,” kata Kepala Emergency RS Jakarta Binsar Ompusunggu di RS Jakarta, Jumat (17/7/2009).

“Dua orang patah tulang saat ini sedang ditangani di RS Jakarta. Sisanya luka-luka sedang dirawat dan berada dalam kondisi yang sangat baik,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya sedang melakukan observasi dengan menyiapkan cukup banyak tim dokter. “Ada dokter mata-bedah, dokter THT dan banyak lagi. Semuanya untuk merawat secara intensif korban di sini,” pungkasnya.

Saat terjadi ledakan di Marriot, para tamu hotel Ritz Carlton banyak yang tidak tahu. Suara ledakan sangat kecil karena ruang dalam hotel kedap dari suara luar. Jarak kedua hotel ini tak sampai 50 meter. Singgih, doorman Hotel Ritz Carlton, mengatakan para tamu tetap menikmati sarapan pagi di restoran hotel. Mereka seperti tak terusik. “Ada getarannya tapi suaranya kecil,” kata Singgih.
Namun ketenangan di Ritz Carlton itu mendadak lenyap ketika bom serupa meledak di hotel itu. Singgih sempat melihat kilat cahaya putih sebelum menyadari bom telah meledak. Pusat ledakan, kata Singgih, di coffee shop, 50 meter dari tempatnya berdiri. Dalam sekejap ruang dipenuhi asap putih kehitaman. “Bau belerang.” kata Singgih.

Darah berceceran. Tamu yang selamat segera panik berlari keluar. Singgih lekas membantu temannya sesama karyawan. Seorang sumber karyawan hotel mengatakan, “Ada yang kepalanya terpisah.”
Saat ini tim gegana dari kepolisian masih menyisir kedua hotel. Akses masuk ke hotel ditutup dan dijaga ketat. Laporan sementara sembilan orang tewas dan puluhan terluka. Para korban saat ini telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit.

Source : vivanews.com, tempointeraktif.com & detik.com


Satu Tanggapan ke “Saksi Mata Ledakan Marriott dan Ritz Carlton : Saya melihat satu mayat sudah sedemikian rusak. Kalau bukan pelaku, dia dekat dengan bom”

  1. ispan berkata

    kepala terpisah dari tubuh…

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>